DCSIS
DCSIS Menu
Laboratorium Kimia MAN 4
INFO KESELAMATAN LAB DCSIS (Digital Chemical Safety Information System) adalah platform terpusat untuk informasi keselamatan bahan kimia yang komprehensif. Sistem ini membantu siswa, guru, asisten, dan pengguna laboratorium memahami bahaya, penyimpanan, kompatibilitas, dampak kesehatan, serta penanganan darurat secara edukatif. Selalu verifikasi informasi dengan Lembar Data Keselamatan (LDK/SDS) resmi terbaru dan SOP laboratorium yang berlaku.
Tanggap Darurat & Proteksi

Cara Penanganan

Langkah-langkah pertolongan pertama pada kecelakaan kerja kimia (P3K) dan matriks pemilihan alat pelindung diri (APD) laboratorium.

SOP 6 Skenario Tanggap Darurat Laboratorium

Prosedur tindakan cepat yang harus segera dilakukan saat terjadi insiden di laboratorium.
1. Kontak Kulit / Luka Bakar
  • Singkirkan partikel kering sebelum dialiri air jika zat bereaksi dengan air.
  • Bilas segera dengan air mengalir deras minimal 15 - 20 menit.
  • Buka pakaian yang terkontaminasi secara hati-hati.
  • Jangan mengoleskan minyak/salep tanpa instruksi medis.
2. Percikan pada Mata
  • Bawa korban ke Eyewash Station dalam hitungan detik.
  • Buka kelopak mata lebar-lebar dan bilas terus-menerus selama minimal 20 menit.
  • Lepas lensa kontak jika mudah dilakukan.
  • Segera rujuk ke dokter spesialis mata.
3. Inhalasi Uap / Gas Pekat
  • Evakuasi korban ke area terbuka dengan sirkulasi udara segar.
  • Longgarkan pakaian ketat di bagian leher dan dada.
  • Berikan oksigen medis jika timbul sesak napas.
  • Jaga penolong agar tidak ikut terpapar gas berbahaya.
4. Tertelan Bahan Kimia
  • JANGAN PERNAH memancing muntah pada asam/basa korosif.
  • Bilas rongga mulut dengan air bersih beberapa kali.
  • Berikan 1-2 gelas air jika korban dalam kondisi sadar penuh.
  • Bawa segera sampel reagen ke IGD rumah sakit terdekat.
5. Tumpahan Reagen Lab
  • Beri peringatan dan isolasi perimeter tumpahan reagen.
  • Matikan semua sumber api untuk tumpahan pelarut organik.
  • Netralkan tumpahan asam dengan natrium bikarbonat.
  • Serap menggunakan pasir khusus limbah B3.
6. Kebakaran Laboratorium
  • Bunyikan alarm darurat dan evakuasi melalui jalur darurat.
  • Gunakan APAR CO2 atau Powder sesuai kelas api.
  • JANGAN gunakan air pada kebakaran logam alkali (Na/K).
  • Putus sakelar daya listrik utama laboratorium.

Matriks Pemilihan Alat Pelindung Diri (APD) Wajib

Pilih perlindungan yang sesuai dengan klasifikasi tingkat risiko praktikum.
Tingkat 1 - Perlindungan Lengkap Tingkat Tinggi (Bahan Sangat Berbahaya / Korosif Pekat)
Bahan Terkait: Sodium Hydroxide, Hydrochloric Acid, Hydrogen Peroxide Pekat
Tingkat 1 - Perlindungan Lengkap Tingkat Tinggi (Bahan Sangat Berbahaya / Korosif Pekat)

Komponen APD Wajib:
Jas Laboratorium Tahan Asam/Basa, Kacamata Pelindung Kimia (Splash Goggles), Pelindung Wajah Penuh (Face Shield), Sarung Tangan Nitril/Neoprena Tebal, Sepatu Tertutup Tahan Kimia, Respirator Uap Asam.

Tingkat 2 - Perlindungan Menengah (Reagen Basa Sedang & Larutan Uji)
Bahan Terkait: Biuret, Benedict
Tingkat 2 - Perlindungan Menengah (Reagen Basa Sedang & Larutan Uji)

Komponen APD Wajib:
Jas Laboratorium Standar, Kacamata Pelindung (Safety Goggles), Sarung Tangan Karet Nitril/Lateks, Sepatu Tertutup.

Tingkat 3 - Perlindungan Oksidator Kuat & Partikel Debu Toksik
Bahan Terkait: Potassium Permanganate
Tingkat 3 - Perlindungan Oksidator Kuat & Partikel Debu Toksik

Komponen APD Wajib:
Jas Laboratorium, Pelindung Mata & Wajah, Sarung Tangan Nitril Tahan Oksidator, Masker Respirator Debu Kimia, Spatula Non-Logam.

Tingkat 4 - Perlindungan Dasar / Umum (Bahan Non-Toksik)
Bahan Terkait: Aquadest / Pelarut Umum
Tingkat 4 - Perlindungan Dasar / Umum (Bahan Non-Toksik)

Komponen APD Wajib:
Jas Laboratorium Standar, Kacamata Pelindung Laboratorium, Sepatu Tertutup.